<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Legenda Kita</title>
	<atom:link href="http://legendakita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://legendakita.wordpress.com</link>
	<description>Cerita Membawa Makna</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2009 09:13:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='legendakita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0b75a8f7203853508e7f066caad2daf1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Legenda Kita</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kabayan Sakit</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2009/05/22/kabayan-sakit-batuk/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2009/05/22/kabayan-sakit-batuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 09:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Kabayan sedang menderita pilek dan batuk. Malam sebelumnya Kabayan memang terkena hujan ketika pulang dari rumah Pak RT. 
Kabayan pun dianter Nyi Iteung pergi ke Puskesmas.
Pulang dari Puskesmas, Kabayan merasa yakin bahwa sakitnya akan segera sembuh. Pak Mantri yang sangat baik itu, memberinya 2 macam obat yang harus diminum.
Sore hari ketika Kabayan harus minum obat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=40&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kabayan sedang menderita pilek dan batuk. Malam sebelumnya Kabayan memang terkena hujan ketika pulang dari rumah Pak RT. </p>
<p>Kabayan pun dianter Nyi Iteung pergi ke Puskesmas.<br />
Pulang dari Puskesmas, Kabayan merasa yakin bahwa sakitnya akan segera sembuh. Pak Mantri yang sangat baik itu, memberinya 2 macam obat yang harus diminum.</p>
<p>Sore hari ketika Kabayan harus minum obat, Nyi Iteung tidak nampak.<br />
&#8220;Lagi ke rumah Abah kali ya.&#8221; gumam Kabayan.<br />
Kabayan pun meminum obat yang didapatnya dari Puskesmas.</p>
<p>Tak lama kemudian Nyi Iteung datang, dan dengan terheran-heran dia menyaksikan Kabayan sedang meloncat-loncat.</p>
<p>&#8220;Kang Kabayan, udah sembuh? Baru minum obat kok sudah langsung olah raga?&#8221; tanya Nyi Iteung.</p>
<p>&#8220;Akang&#8230; bukan&#8230; sedang.. olah .. raga Nyi..&#8221;  kata Kabayan sambil terengah-engah.<br />
&#8220;Tapi tadi Akang lupa membaca label di botol obat batuk. Disitu ditulis, kocok dahulu sebelum diminum.&#8221;</p>
<p>Rupanya Kabayan meloncat-loncat supaya obatnya bisa dikocok di dalam perut.</p>
<p>Nyi Iteung menjadi bertambah bingung dengan penjelasan Kabayan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=40&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2009/05/22/kabayan-sakit-batuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batu Golog</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2008/10/29/batu-golog/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2008/10/29/batu-golog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain 
Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.
Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=36&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span lang="PT-BR">Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain</span><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p><span lang="IT">Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.</span></p>
<p><span lang="IT">Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.</span></p>
<p><span lang="IT">Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: &#8220;Ibu batu ini makin tinggi.&#8221; Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, &#8220;Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.&#8221;<span id="more-36"></span><br />
</span></p>
<p><span lang="IT">Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.</span></p>
<p><span>Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. </span><span lang="PT-BR">Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.</span></p>
<p><span lang="PT-BR">Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. </span><span lang="IT">Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.</span></p>
<p><span lang="IT">Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.</span></p>
<p> </p>
<p><span lang="IT">Sumber: www.seasite.niu.edu</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=36&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2008/10/29/batu-golog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cindelaras</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2008/09/03/cindelaras/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2008/09/03/cindelaras/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 11:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. &#8220;Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,&#8221; pikirnya. 
Selir baginda, berkomplot [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=28&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. &#8220;Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,&#8221; pikirnya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. &#8220;Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,&#8221; kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan.</span><span id="more-28"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. &#8220;Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,&#8221; kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah beberapa bulan berada di hutan, lahirlah anak sang permaisuri. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. &#8220;Hmm, rajawali itu baik sekali. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku.&#8221; Setelah 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! &#8220;Kukuruyuk&#8230; Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra&#8230;&#8221;</span><!--more--><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya dan segera memperlihatkan pada ibunya. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. &#8220;Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku,&#8221; tantangnya. &#8220;Baiklah,&#8221; jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan lawannya. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan. Ayamnya benar-benar tangguh. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat. Raden Putra pun mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras. &#8220;Hamba menghadap paduka,&#8221; kata Cindelaras dengan santun. &#8220;Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata,&#8221; pikir baginda. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. &#8220;Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?&#8221; Tanya Baginda Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. &#8220;Kukuruyuk&#8230; Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra&#8230;,&#8221; ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. &#8220;Benarkah itu?&#8221; Tanya baginda keheranan. &#8220;Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Baginda.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bersamaan dengan itu, sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. &#8220;Aku telah melakukan kesalahan,&#8221; kata Baginda Raden Putra. &#8220;Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku,&#8221; lanjut Baginda dengan murka. Kemudian, selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana. </span></p>
<p>Sumber: www.e-smartschool.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=28&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2008/09/03/cindelaras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Kota Banyuwangi</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2008/09/03/asal-usul-kota-banyuwangi/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2008/09/03/asal-usul-kota-banyuwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 11:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=26&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.</span><span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.</span><!--more--><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.</span></p>
<p class="MsoNormal">Sumber: e-smartschool.com yang diambil dari elexmedia</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=26&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2008/09/03/asal-usul-kota-banyuwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>128</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lutung Kasarung</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2008/08/22/lutung-kasarung/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2008/08/22/lutung-kasarung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 08:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[ 
Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung.
Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.
Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. &#8220;Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=24&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p class="MsoNormal">Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung.</p>
<p class="MsoNormal"><span>Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. &#8220;Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,&#8221; kata Prabu Tapa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. &#8220;Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,&#8221; gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. &#8220;Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !&#8221; ujar Purbararang.<span id="more-24"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, &#8220;Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri&#8221;. &#8220;Terima kasih paman&#8221;, ujar Purbasari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. &#8220;Apa manfaatnya bagiku ?&#8221;, pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. &#8220;Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !&#8221;, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">&#8220;Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku&#8221;, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, &#8220;Jadi monyet itu tunanganmu ?&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.</span></p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Sumber: www.e-smartschool.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=24&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2008/08/22/lutung-kasarung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Aryo Menak</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2008/08/22/legenda-aryo-menak/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2008/08/22/legenda-aryo-menak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 07:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan pada jaman Aryo Menak hidup, pulau Madura masih sangat subur. Hutannya sangat lebat. Ladang-ladang padi menguning.
Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=21&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span>Dikisahkan pada jaman Aryo Menak hidup, pulau Madura masih sangat subur. Hutannya sangat lebat. Ladang-ladang padi menguning.</span></p>
<p><span>Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau disana.</span></p>
<p><span lang="PT-BR">Ia sangat  terpesona oleh kecantikan mereka. </span><span>Timbul keinginannya untuk memiliki seorang diantara mereka. Iapun mengendap-endap, kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari bidadari-bidadari itu.<span id="more-21"></span><br />
</span></p>
<p><span>Tak lama kemudian, para bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing. Merekapun terbang ke istananya di sorga kecuali yang termuda. Bidadari itu tidak dapat terbang tanpa selendangnya. Iapun sedih dan menangis.    </span></p>
<p><span>Aryo Menak kemudian mendekatinya. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Ditanyakannya apa yang terjadi pada bidadari itu. Lalu ia mengatakan: &#8220;Ini mungkin sudah kehendak para dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu. Janganlah bersedih. Saya akan berjanji menemani dan menghiburmu.&#8221;</span></p>
<p><span>Bidadari itu rupanya percaya dengan omongan Arya Menak. Iapun tidak menolak ketika Arya Menak menawarkan padanya untuk tinggal di rumah Arya Menak. Selanjutnya Arya Menak melamarnya. Bidadari itupun menerimanya.</span></p>
<p><span>Dikisahkan, bahwa bidadari itu masih memiliki kekuatan gaib. Ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras. Syaratnya adalah Arya Menak tidak boleh menyaksikannya.</span></p>
<p><span>Pada suatu hari, Arya Menak menjadi penasaran. Beras di lumbungnya tidak pernah berkurang meskipun bidadari memasaknya setiap hari. Ketika isterinya tidak ada dirumah, ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Tindakan ini membuat kekuatan gaib isterinya sirna.</span></p>
<p><span lang="PT-BR">Bidadari sangat terkejut mengetahui apa yang terjadi. Mulai saat itu, ia harus memasak beras dari lumbungnya Arya Menak. Lama kelamaan beras itupun makin berkurang. Pada suatu hari, dasar lumbungnya sudah kelihatan. Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. </span><span>Begitu melihat selendang tersebut, timbul keinginannya untuk pulang ke sorga. Pada suatu malam, ia mengenakan kembali semua pakaian sorganya. Tubuhnya menjadi ringan, iapun dapat terbang ke istananya.</span></p>
<p><span>Arya Menak menjadi sangat sedih. Karena keingintahuannya, bidadari meninggalkannya. Sejak saat itu ia dan anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi</span></p>
<p>(<span><span> Disadur dari </span></span><span><span>Ny. S.D.B. Aman,&#8221;Aryo Menak and His Wife,&#8221;</span></span><span><span> </span></span><span><span style="text-decoration:underline;"><span>Folk Tales From Indonesia</span></span></span><span><span>, Jakarta: Djambatan, 1976)</span></span></p>
<p><span><span>sumber: www.seasite.niu.edu</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=21&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2008/08/22/legenda-aryo-menak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si Rusa dan Si Kulomang</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2008/04/23/si-rusa-dan-si-kulomang/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2008/04/23/si-rusa-dan-si-kulomang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 18:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu di sebuah hutan di kepulauan Aru, hiduplah sekelompok rusa. Mereka sangat bangga akan kemampuan larinya. Pekerjaan mereka selain merumput, adalah menantang binatang lainnya untuk adu lari. Apabila mereka itu dapat mengalahkannya, rusa itu akan mengambil tempat tinggal mereka.
Ditepian hutan tersebut terdapatlah sebuah pantai yang sangat indah. Disana hiduplah siput laut yang bernama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=20&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial;">Pada jaman dahulu di sebuah hutan di kepulauan Aru, hiduplah sekelompok rusa. Mereka sangat bangga akan kemampuan larinya. Pekerjaan mereka selain merumput, adalah menantang binatang lainnya untuk adu lari. Apabila mereka itu dapat mengalahkannya, rusa itu akan mengambil tempat tinggal mereka.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ditepian hutan tersebut terdapatlah sebuah pantai yang sangat indah. Disana hiduplah siput laut yang bernama Kulomang. Siput laut terkenal sebagai binatang yang cerdik dan sangat setia kawan. Pada suatu hari, si Rusa mendatangi si Kulomang. Ditantangnya siput laut itu untuk adu lari hingga sampai di tanjung ke sebelas. Taruhannya adalah pantai tempat tinggal sang siput laut.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dalam hatinya si Rusa itu merasa yakin akan dapat mengalahkan si Kulomang. Bukan saja jalannya sangat lambat, si Kulomang juga memanggul cangkang. </span><span id="more-20"></span><span style="font-family:Arial;">Cangkang itu biasanya lebih besar dari badannya. Ukuran yang demikian itu disebabkan oleh karena cangkang itu adalah rumah dari siput laut. Rumah itu berguna untuk menahan agar tidak hanyut di waktu air pasang. Dan ia berguna untuk melindungi siput laut dari terik matahari.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Pada hari yang ditentukan si Rusa sudah mengundang kawan-kawannya untuk menyaksikan pertandingan itu. Sedangkan si Kulomang sudah menyiapkan sepuluh teman-temannya. Setiap ekor dari temannya ditempatkan mulai dari tanjung ke dua hingga tanjung ke sebelas. Dia sendiri akan berada ditempat mulainya pertandingan.   Diperintahkannya agar teman-temanya menjawab setiap pertanyaan si Rusa.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Begitu pertandingan dimulai, si Rusa langsung berlari secepat-cepatnya mendahului si Kulomang. Selang beberapa jam is sudah sampai di tanjung kedua. Nafasnya terengah-engah. Dalam hati ia yakin bahwa si Kulomang mungkin hanya mencapai jarak beberapa meter saja. Dengan sombongnya ia berteriak-teriak, &#8220;Kulomang, sekarang kau ada di mana?&#8221; Temannya si Kulomang pun menjawab, &#8220;aku ada tepat di belakangmu.&#8221; Betapa terkejutnya si Rusa, ia tidak jadi beristirahat melainkan lari tunggang langgang. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Hal yang sama terjadi berulang kali hingga ke tanjung ke sepuluh. Memasuki tanjung ke sebelas, si Rusa sudah kehabisan napas. Ia jatuh tersungkur dan mati. Dengan demikian si Kulomang dapat bukan saja mengalahkan tetapi juga memperdayai si Rusa yang congkak itu.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#800040;"><em>Sumber:  www.seasite.niu.edu</em></span><span style="font-family:Verdana;color:#800040;"><em> dari buku karya Aneke Sumarauw , &#8220;Cerita Rakyat dari Maluku&#8221;<br />
</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=20&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2008/04/23/si-rusa-dan-si-kulomang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
<enclosure url="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/maluku1.ram" length="75" type="audio/x-pn-realaudio" />
<enclosure url="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/maluku2.ram" length="75" type="audio/x-pn-realaudio" />
<enclosure url="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/maluku3.ram" length="75" type="audio/x-pn-realaudio" />
<enclosure url="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/maluku4.ram" length="75" type="audio/x-pn-realaudio" />
<enclosure url="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/maluku5.ram" length="75" type="audio/x-pn-realaudio" />
<enclosure url="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/maluku6.ram" length="75" type="audio/x-pn-realaudio" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kutukan Raja Pulau Mintin</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2008/04/03/kutukan-raja-pulau-mintin/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2008/04/03/kutukan-raja-pulau-mintin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 12:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/2008/04/03/kutukan-raja-pulau-mintin/</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan di Pulau Mintin daerah Kahayan Hilir, Kalimantan Tengah. Kerajaan itu sangat terkenal akan kearifan rajanya. Akibatnya, kerajaan itu menjadi wilayah yang tenteram dan makmur.
Pada suatu hari, permaisuri dari raja tersebut meninggal dunia. Sejak saat itu raja menjadi murung dan nampak selalu sedih. Keadaan ini membuatnya tidak dapat lagi memerintah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=19&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan di Pulau Mintin daerah Kahayan Hilir, Kalimantan Tengah. Kerajaan itu sangat terkenal akan kearifan rajanya. Akibatnya, kerajaan itu menjadi wilayah yang tenteram dan makmur.</p>
<p>Pada suatu hari, permaisuri dari raja tersebut meninggal dunia. Sejak saat itu raja menjadi murung dan nampak selalu sedih. Keadaan ini membuatnya tidak dapat lagi memerintah dengan baik. Pada saat yang sama, keadaan kesehatan raja inipun makin makin menurun. Guna menanggulangi situasi itu, raja berniat untuk pergi berlayar guna menghibur hatinya.</p>
<p>Untuk melanjutkan pemerintahan maka raja itu menyerahkan tahtanya pada kedua anak kembarnya yang bernama Naga dan Buaya. Mereka pun menyanggupi keinginan sang raja. Sejak sepeninggal sang raja, kedua putranya tersebut memerintah kerajaan. Namun sayangnya muncul persoalan mendasar baru.</span><span id="more-19"></span></p>
<p>Kedua putra raja tersebut memiliki watak yang berbeda. Naga mempunyai watak negatif seperti senang berfoya-foya, mabuk-mabukan dan berjudi. Sedangkan buaya memiliki watak positif seperti pemurah, ramah tamah, tidak boros dan suka menolong. </span></p>
<p>Melihat tingkah laku si Naga yang selalu menghambur-hamburkan harta kerajaan, maka si Buayapun marah. Karena tidak bisa dinasehati maka si Buaya memarahi si Naga. Tetapi rupaya naga ini tidak mau mendengar. Pertengkaran itu berlanjut dan berkembang menjadi perkelahian. Prajurit kerajaan menjadi terbagi dua, sebahagian memihak kepada Naga dan sebagian memihak pada Buaya. Perkelahian makin dahsyat sehingga memakan banyak korban.</span></p>
<p>Dalam pelayarannya, Sang raja mempunyai firasat buruk. Maka ia pun mengubah haluan kapalnya untuk kembali ke kerajaanya. Betapa terkejutnya ia ketika menyaksikan bahwa putera kembarnya telah saling berperang. Dengan berang ia pun berkata,&#8221;kalian telah menyia-nyiakan kepercayaanku. Dengan peperangan ini kalian sudah menyengsarakan rakyat. Untuk itu terimalah hukumanku. Buaya jadilah engkau buaya yang sebenarnya dan hidup di air. Karena kesalahanmu yang sedikit, maka engkau akan menetap di daerah ini. Tugasmu adalah menjaga Pulau Mintin. Sedangkan engkau naga jadilah engkau naga yang sebenarnya. Karena kesalahanmu yang besar engkau akan tinggal di sepanjang Sungai Kapuas. Tugasmu adalah menjaga agar Sungai Kapuas tidak ditumbuhi Cendawan Bantilung.&#8221;</span></p>
<p>Setelah mengucapkan kutukan itu, tiba-tiba langit gelap dan petir menggelegar. Dalam sekejap kedua putranya telah berubah wujud. Satu menjadi buaya. Yang lainnya menjadi naga.</span></p>
<p><em>(Diadaptasi secara bebas dari Lambertus Elbaar, &#8220;Kutukan Raja Pulau Mintin,&#8221;</span></em><em>Sumber: www.seasite.niu.edu</span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=19&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2008/04/03/kutukan-raja-pulau-mintin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suri Ikun dan Dua Burung</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/suri-ikun-dan-dua-burung/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/suri-ikun-dan-dua-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 14:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/suri-ikun-dan-dua-burung/</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu, di pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan.Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan.Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya  untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=18&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:'Century Gothic';">Pada jaman dahulu, di pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya  untuk bergiliran menjaga kebun mereka dari babi hutan. Kecuali Suri Ikun, keenam saudara laki-lakinya adalah penakut dan dengki. Begita mendengar dengusan babi hutan, maka mereka akan lari meninggalkan kebunnya.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Lain halnya dengan Suri Ikun, begitu mendengar babi itu datang, ia lalu mengambil busur dan memanahnya. Setelah hewan itu mati, ia membawanya kerumah. Disana sudah menunggu saudara-saudaranya. </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Saudaranya yang tertua bertugas membagi- bagikan daging babi hutan tersebut. Karena dengkinya, ia hanya memberi Suri Ikun kepala dari hewan itu. Sudah tentu tidak banyak daging yang bisa diperoleh dari bagian kepala. <span id="more-18"></span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Selanjutnya, ia meminta Suri Ikun bersamannya mencari gerinda milik ayahnya yang tertinggal di tengah hutan. Waktu itu hari sudah mulai malam. </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Hutan tersebut  menurut cerita di malam hari dihuni oleh para hantu jahat. Dengan perasaan takut iapun berjalan mengikuti kakaknya. Ia tidak tahu bahwa kakaknya mengambil jalan lain yang menuju kerumah. </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Tinggallah Suri Ikun yang makin lama makin masuk ke tengah hutan. Berulang kali ia memanggil nama kakaknya. Panggilan itu dijawab oleh hantu-hantu hutan. Mereka sengaja menyesatkan Suri Ikun.  </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Setelah berada ditengah- tengah hutan lalu, hantu-hantu tersebut menangkapnya. Ia tidak langsung dimakan, karena menurut hantu-hantu itu ia masih terlalu kurus. </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Ia kemudian dikurung ditengah gua. Ia diberi makan dengan teratur. Gua itu gelap sekali. Namun untunglah ada celah disampingnya, sehingga Suri Ikun masih ada sinar yang masuk ke dalam gua. </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Dari celah tersebut Suri Ikun melihat ada dua ekor anak burung yang kelaparan. Iapun membagi makanannya dengan mereka. Setelah sekian tahun, burung- burung itupun tumbuh menjadi burung yang sangat besar dan kuat. Mereka ingin mem- bebaskan  Suri Ikun. </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Pada suatu ketika, hantu-hantu itu membuka pintu gua, dua burung tersebut menyerang dan mencederai hantu hantu tersebut. Lalu mereka menerbangkan Suri Ikun ke daerah yang berbukit-bukit tinggi.</span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Century Gothic';">Dengan kekuatan gaibnya, Burung-burung tersebut menciptakan istana lengkap dengan pengawal dan pelayan istana. Disanalah untuk selanjutnya Suri Ikun berbahagia.</span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Century Gothic';"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Century Gothic';">Sumber:www.seasite.niu.edu</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=18&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/suri-ikun-dan-dua-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Towjatuwa dan Buaya Sakti</title>
		<link>http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/towjatuwa-dan-buaya-sakti/</link>
		<comments>http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/towjatuwa-dan-buaya-sakti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 14:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adenbudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/towjatuwa-dan-buaya-sakti/</guid>
		<description><![CDATA[
Pada jaman dahulu, hiduplah seorang lelaki bernama Towjatuwa di tepian sungai Tami daerah Irian Jaya.
Lelaki itu sedang gundah, oleh karena isterinya yang hamil tua mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya. Untuk membantu kelahiran anaknya itu, ia membutuhkan operasi yang menggunakan batu tajam dari sungai Tami.
Ketika sedang sibuk mencari batu tajam tersebut, ia mendengar suara-suara aneh di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=17&subd=legendakita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Pada jaman dahulu, hiduplah seorang lelaki bernama Towjatuwa di tepian sungai Tami daerah Irian Jaya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-family:Verdana;">Lelaki itu sedang gundah, oleh karena isterinya yang hamil tua mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya. Untuk membantu kelahiran anaknya itu, ia membutuhkan operasi yang menggunakan batu tajam dari sungai Tami.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-family:Verdana;">Ketika sedang sibuk mencari batu tajam tersebut, ia mendengar suara-suara aneh di belakangnya. Alangkah terkejutnya Towjatuwa ketika ia melihat seekor buaya besar di depannya. Ia sangat ketakutan dan hampir pingsan. Buaya besar itu pelan-pelan bergerak ke arah Towjatuwa. Tidak seperti buaya lainnya, binatang ini memiliki bulu-bulu dari burung Kaswari di punggungnya. Sehingga ketika buaya itu bergerak, binatang itu tampak sangat menakutkan.<span id="more-17"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-family:Verdana;">Namun saat Towjatuwa hendak melarikan diri, buaya itu menyapanya dengan ramah dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Towjatuwapun menceritakan keadaan isterinya. Buaya ajaib inipun berkata: &#8220;Tidak usah khawatir, saya akan datang ke rumahmu nanti malam. Saya akan menolong isterimu melahirkan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Towjatuwa pulang menemui isterinya. Dengan sangat berbahagia, iapun menceritakan perihal pertemuannya dengan seekor buaya sakti.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-family:Verdana;">Malam itu, seperti yang dijanjikan, buaya sakti itupun memasuki rumah Towjatuwa. Dengan kesaktiannya, buaya yang bernama Watuwe itu menolong proses kelahiran seorang bayi laki-laki dengan selamat. Ia diberi nama Narrowra. Watuwe meramalkan bahwa kelak bayi tersebut akan tumbuh menjadi pemburu yang handal.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-family:Verdana;">Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu, Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dari para pemburu.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sumber:www.sesite.niu.edu</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/legendakita.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/legendakita.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/legendakita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/legendakita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/legendakita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/legendakita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/legendakita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/legendakita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/legendakita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/legendakita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/legendakita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/legendakita.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=legendakita.wordpress.com&blog=1866128&post=17&subd=legendakita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://legendakita.wordpress.com/2007/12/10/towjatuwa-dan-buaya-sakti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/778f2b951b5b5c32868bb42ac7c41591?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adenbudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>